GMNI Jember Lakukan Audiensi dan Penyerahan Kajian Akademik kepada Rektorat UIN KHAS Jember

Pengurus DPC GMNI Jember dan DPK GMNI UIN KHAS Jember saat menyerahkan kajian akademik kepada jajaran rektorat UIN KHAS Jember. (Foto: Istimewa)
Pengurus DPC GMNI Jember dan DPK GMNI UIN KHAS Jember saat menyerahkan kajian akademik kepada jajaran rektorat UIN KHAS Jember. (Foto: Istimewa)

MASSA.ID, Jember – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jember bersama Dewan Pengurus Komisariat GMNI Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, menggelar audiensi sekaligus penyerahan kajian akademik kepada jajaran rektorat UIN KHAS Jember pada, Senin (11/05/2026) pukul 09.00 WIB di ruangan Rektor UIN KHAS Jember

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara organisasi mahasiswa ekstra kampus dengan pihak universitas dalam membangun ruang dialog, kaderisasi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam audiensi tersebut, GMNI Jember menyampaikan kajian akademik terkait keberadaan organisasi mahasiswa ekstra kampus sebagai bagian penting dalam dinamika kehidupan kampus. Organisasi mahasiswa dinilai tidak hanya menjadi wadah aktivitas non-akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan kemampuan berpikir kritis dan berorganisasi bagi mahasiswa.

Selain itu, organisasi mahasiswa juga dipandang sebagai miniatur kehidupan sosial di lingkungan kampus. Melalui organisasi, mahasiswa belajar menyampaikan aspirasi, mengelola dinamika sosial, hingga terlibat dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis. Hal tersebut menjadikan organisasi mahasiswa sebagai ruang pembelajaran sosial dan politik yang nyata bagi kalangan mahasiswa.

BACA JUGA:  Hadiri Natal BERANI Jatim, Ghifary Tekankan Harmoni Antariman dan Warisan Gus Dur

“Organisasi mahasiswa hadir bukan sekadar pelengkap kehidupan kampus, melainkan ruang pembelajaran nyata untuk mengembangkan keterampilan yang tidak sepenuhnya diperoleh di bangku perkuliahan. Di dalamnya, mahasiswa ditempa dalam kepemimpinan, manajemen, komunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan problem solving sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. Karena itu, ormek harus dipandang sebagai wadah strategis pengembangan kapasitas mahasiswa, sekaligus mitra kolaboratif kampus. Ke depan, sinergi dan kolaborasi yang kuat antara organisasi mahasiswa dengan UIN KHAS Jember perlu terus dibangun untuk menciptakan ekosistem akademik yang progresif, partisipatif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.” ujar Abdul Azis Al Fazri selaku ketua DPC GMNI Jember.

Audiensi ini juga membahas polemik terkait keberadaan dan legalitas organisasi mahasiswa ekstra kampus di sejumlah perguruan tinggi. Beberapa kampus diketahui masih membatasi aktivitas organisasi ekstra kampus dengan alasan menjaga netralitas akademik dan menghindari konflik antarmahasiswa. Namun, kebijakan tersebut kerap menuai kritik karena dianggap bertentangan dengan prinsip kebebasan akademik dan hak berekspresi mahasiswa.

GMNI menilai organisasi ekstra kampus tidak hanya bergerak dalam ranah politik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran ideologi, kepemimpinan, dan solidaritas sosial. Oleh sebab itu, pembatasan aktivitas organisasi mahasiswa tanpa dasar yang jelas dinilai dapat mempersempit ruang dialektika dan partisipasi mahasiswa dalam membangun demokrasi kampus.

BACA JUGA:  Bandara Banyuwangi Bantu Guru Ngaji, Marbot, dan Penggali Kubur Melalui Program InJourney Airports Safari Ramadan 1447 H

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M. Ag mendukung setiap aktivitas positif yang dilakukan oleh seluruh mahasiswanya, sepanjang kegiatan tersebut masih dalam ranah akademik dan sesuai dengan regulasi kampus.

“Tidak apa-apa untuk menggunakan sarana prasarana kepada kawan-kawan organisasi ekstra, dalam melakukan kegiatan di dalam kampus yang terpenting sesuai dengan regulasi UIN KHAS Jember dan Universitas memberikan ruang dalam melakukan sinergitas dalam bidang keilmuan sehingga itu menjadi hal yang bermanfaat bagi kalangan mahasiswa UIN KHAS Jember sendiri,” kata Faizin.

Dalam kajian yang disampaikan, GMNI turut menyoroti keberadaan Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan. Regulasi tersebut memberikan ruang bagi organisasi kemahasiswaan, termasuk organisasi ekstra kampus, untuk menjalankan aktivitas di lingkungan perguruan tinggi dengan tetap berada dalam koridor pembinaan dan pengawasan kampus.

“Saya sangat berterima kasih kepada kawan-kawan pengurus DPC GMNI Jember yang telah melakukan sinergitas bersama kami dalam kegiatan audiensi sehingga menjadikan momentum yang sangat berarti bagi kawan-kawan DPK GMNI UIN KHAS Jember untuk bisa berkegiatan di lingkungan UIN KHAS Jember dan menjadikannya sebagai ladang kaderisasi,” ungkap Ketua DPK GMNI UIN KHAS Jember, Muhammad Farel.

BACA JUGA:  Traveling Vintage Kabupaten Nganjuk, Menghidupkan Sejarah Lewat Petualangan Edukatif

Di tengah dinamika organisasi mahasiswa, GMNI tetap eksis sebagai organisasi nasionalis yang berlandaskan ideologi Marhaenisme, ajaran yang terinspirasi dari pemikiran Soekarno. Ideologi tersebut menekankan semangat anti-kolonialisme dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.

Di lingkungan UIN KHAS Jember, keberadaan GMNI dinilai memberikan dampak positif bagi mahasiswa, khususnya dalam proses kaderisasi, penguatan ideologi, pendidikan politik, peningkatan kesadaran kritis, serta pengembangan ruang intelektual mahasiswa.

“Yang kedua, saya sangat berterima kasih kepada jajaran rektorat, Wakil Rektor I, II, dan III beserta jajaran Wadek III Fakultas FTIK, Syariah, FUAH, FEBI, dan Dakwah yang telah memberikan kesempatan dan ruang besar bagi kami untuk berdiskusi mengenai pengenalan organisasi ekstra GMNI sebagai wadah mahasiswa dalam sarana kaderisasi dan penguatan ideologi, pendidikan politik, kesadaran kritis, serta ruang intelektual,” imbuh Farel.***