Iptek  

Sealant untuk Bangunan Lama: Kapan Perlu Dilakukan Resealing

Produk Sikaflex®-11 FC+, perekat elastis dan serbaguna. (Foto: Istimewa)
Produk Sikaflex®-11 FC+, perekat elastis dan serbaguna. (Foto: Istimewa)

MASSA.ID – Sealant (lem perekat) seringkali dimanfaatkan sebagai material krusial dalam memperkuat struktur konstruksi. Perannya dalam melindungi bangunan dari rembesan air dan kerusakan membuat material satu ini wajib memiliki umur pakai yang efisien.

Pemilihan material perekat harus dipertimbangkan dari aspek ketahanan agar umur pakai lebih panjang dan tidak merugikan pelanggan.

Artikel kali ini akan membahas terkait faktor penting apa saja yang memengaruhi umur pakai serta tanda-tanda material perekat yang perlu dipahami. Tujuannya, agar Anda mampu menentukan waktu yang tepat untuk melakukan resealing. Berikut pembahasannya!

Tanda Sealant Lama Perlu Diganti

Pengaplikasian lem perekat biasanya pada area seperti celah kaca, dinding, kaca, kusen hingga kamar mandi. Area-area tersebut berkaitan langsung dengan air, debu, paparan sinar matahari dan sebagainya.

Sehingga, dalam umur pakai tertentu pasti harus dilakukan resealing agar fungsinya tetap optimal. Namun sebelumnya, Anda patut mengetahui tanda-tanda perekat perlu diganti, antara lain:

Warna Sealant Pudar

Umumnya, warna material perekat berbahan silikon adalah bening atau putih. Meskipun begitu, Anda tetap mengetahui tanda-tanda perekat perlu diganti adalah saat warnanya berubah menjadi kusam dan tidak cerah.

Terlebih jika warnanya berubah kontras atau tidak selaras dengan bidang pengaplikasiannya. Hal ini biasanya dipicu oleh penumpukan debu yang sudah terlalu banyak.

Muncul Jamur Berwarna Hitam

Pada area aplikasi yang bersentuhan langsung dengan air, tanda utama bahwa perekat sudah perlu diganti dan sering ditemui adalah kemunculan jamur berwarna hitam.

BACA JUGA:  Kenapa Service di Bengkel Resmi Itu Menguntungkan? Ini Alasannya

Kemunculan jamur ini disebabkan oleh faktor kelembaban yang sudah tidak mampu diatasi oleh material perekat.

Perekat Retak atau Lepas

Tanda berikutnya yang perlu Anda waspadai adalah kondisi perekat yang sudah retak atau lepas. Biasanya, Anda akan menemui retakan tersebut di bagian ujung bidang pengaplikasian.

Jika dibiarkan akan berisiko lepas total dan mengekspos bagian celah bidang aplikasi, sehingga debu dan air akan semakin mudah masuk.

Rembesan Air Masuk ke Dalam Sudut Bidang

Kinerja material perekat struktur bangunan sudah tidak optimal dan patut dilakukan resealing ditandai dengan masuknya rembesan air pada sudut bidang.

Apabila hal ini sudah terjadi, maka Anda tak perlu menunda lagi proses pengaplikasian ulang. Karena jika ditunda, maka risiko kerusakan struktur material bangunan lainnya akan semakin parah.

Faktor yang Memengaruhi Umur Sealant

Dari sekian banyak material pendukung struktur bangunan, material perekat memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan sudut-sudut bidang bangunan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjaga kualitas dan kinerjanya tetap optimal.

Selain tanda-tanda kerusakan pada material perekat, Anda juga perlu memahami faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan tersebut. Di bawah ini penjelasannya:

Kondisi Permukaan yang Tidak Ideal

Umur pakai material perekat ditentukan bukan hanya setelah proses aplikasi selesai. Proses persiapan kondisi permukaan yang ideal juga dibutuhkan agar kinerja perekat lebih optimal.

Sebaliknya, jika kondisi bidang aplikasi tidak ideal (misalnya: permukaan masih kotor dan tidak rata), maka kinerja material perekat berisiko tidak maksimal. Hal ini yang menyebabkan umur pakainya menjadi lebih singkat.

BACA JUGA:  Elaborasi Strategi dan Pengembangan Karakter

Tingkat Kelembaban

Umur pakai material perekat juga dipengaruhi oleh tingkat kelembaban. Reaksi material perekat dengan uap air yang terlalu banyak akan menyebabkan kinerjanya menjadi tidak optimal.

Sebaliknya, jika tingkat kelembaban terlalu rendah, maka risiko lapisan perekat menjadi rapuh akan lebih tinggi.

Intensitas Paparan Panas Matahari dan Hujan

Paparan sinar matahari dan rembesan air hujan yang terlalu intens juga menjadi faktor penyebab utama umur pakai material perekat menjadi lebih singkat. Mengapa?

Karena kedua faktor tersebut dapat menyebabkan hilangnya elastisitas dan daya rekat material sealant. Inilah pentingnya untuk memilih material perekat yang sesuai dengan kondisi cuaca atau suhu setempat agar kinerjanya tetap optimal.

Pergerakan Joint Bidang Aplikasi

Umur pakai perekat akan lebih pendek jika terjadi pergerakan yang intens pada bidang aplikasi, misalnya gempa berkekuatan tinggi. Karena hal tersebut otomatis membuat bagian celah (joint) bidang aplikasi akan rusak dan terbelah dua.

Apabila ini terjadi, tentu langkah paling tepat yang wajib Anda lakukan adalah proses aplikasi ulang material perekat atau resealing.

Kapan Resealing Sebaiknya Dilakukan?

Setelah Anda memahami tanda-tanda kerusakan serta faktor yang memengaruhi umur pakai material sealant, maka tentu pertanyaan Anda selanjutnya adalah kapan waktu yang tepat untuk melakukan resealing?

Pertimbangan untuk proses aplikasi ulang dapat Anda putuskan berdasarkan kondisi bidang aplikasi dan tingkat kerusakan yang dialami. Berikut ini waktu ideal yang perlu Anda perhatikan:

BACA JUGA:  Homeschooling Internasional: Panduan Lengkap Memilih Program Terbaik untuk Masa Depan Anak

Area basah (seperti kamar mandi dan wastafel dapur): Sebaiknya dilakukan resealing setiap 1-2 tahun. Alasannya, karena tingkat kelembaban dan paparan air di area tersebut tinggi.

Area eksterior (seperti pintu dan jendela: Lakukan resealing setiap 3-5 tahun. Karena bidang tersebut sering terpapar debu dan sinar matahari.

Tentunya umur pakai material perekat di atas ditentukan juga oleh berbagai kondisi lain. Hal yang terpenting adalah jangan mengabaikan tanda-tanda kerusakan awal dan menunggu proses resealing dilakukan saat sudah terjadi kebocoran.

Sealant Terbaik dan Pilihan Tepat? Hanya Sikaflex®-11 FC+

Memilih material perekat yang tepat akan menyelamatkan Anda dari berbagai masalah serius pada struktur bangunan. Perhatikan selalu tanda-tanda kerusakan awal agar tidak terjadi kerusakan lebih parah.

Pilih material sealant dari merk terbaik agar umur pakai lebih panjang dan sesuai dengan berbagai kondisi bidang aplikasi. Anda dapat memilih produk Sikaflex®-11 FC+ yang merupakan perekat elastis dan serbaguna.

Unggul dalam akomodasi ketahanan pergerakan joint sebanyak 35% dan tahan terhadap kondisi cuaca apa saja. Perekat ini dapat digunakan untuk menyambungkan komponen/material seperti beton, keramik, kayu, logam, kaca dan sebagainya.

Jangan ragu untuk memilih sealant terbaik dari Sika Indonesia! Produk-produk kami sudah terbukti selama 115 tahun dalam mendukung setiap kekuatan struktur bangunan, baik proyek konstruksi dalam dan luar negeri.