Iptek  

Katarak Bisa Mengganggu Penglihatan, Kenali Penyebab dan Kapan Perlu Ditangani

Tanda-tanda dan penyebab katarak. (Foto: Istimewa)
Tanda-tanda dan penyebab katarak. (Foto: Istimewa)

MASSA.ID — Penglihatan yang perlahan menjadi buram sering dianggap sebagai bagian biasa dari bertambahnya usia. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda katarak, yaitu ketika lensa mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh dan mengganggu masuknya cahaya ke retina.

Katarak termasuk masalah penglihatan yang umum, terutama pada usia lanjut. Namun, kondisi ini tidak selalu hanya berkaitan dengan proses penuaan. Sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risikonya, sehingga penting mengenali tanda-tandanya sejak awal.

Apa yang terjadi saat mata mengalami katarak?

Lensa mata berfungsi membantu memfokuskan cahaya agar seseorang dapat melihat dengan jelas. Pada katarak, protein di dalam lensa mengalami perubahan dan menggumpal sehingga terbentuk area keruh.

Ketika kekeruhan semakin berkembang, cahaya tidak dapat melewati lensa dengan baik. Akibatnya, penglihatan dapat terlihat kabur, berkabut, atau warna tampak lebih pudar.

Pada tahap awal, katarak bahkan bisa belum menimbulkan keluhan yang berarti. Gangguan penglihatan biasanya semakin terasa ketika kekeruhan pada lensa bertambah.

Penyebab katarak yang perlu diketahui

Penuaan merupakan penyebab katarak yang paling umum. Seiring bertambahnya usia, perubahan alami pada protein lensa dapat membuatnya semakin keruh. National Eye Institute menyebut proses perubahan protein tersebut mulai terjadi secara alami sekitar usia 40 tahun.

BACA JUGA:  Tragedi Berdarah Banda Naira 1621: Genosida VOC dan Dampaknya bagi Sejarah Nusantara

Selain usia, beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko katarak, antara lain:

  • Riwayat keluarga dengan katarak.
  • Diabetes.
  • Cedera serius pada mata.
  • Pernah menjalani operasi mata tertentu.
  • Penggunaan obat steroid dalam kondisi tertentu.
  • Pernah menjalani terapi radiasi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Paparan sinar matahari dalam waktu lama tanpa perlindungan mata.

Katarak juga dapat muncul akibat cedera mata dan beberapa kondisi lainnya. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan mata tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi setiap pasien secara tepat.

Gejala katarak tidak selalu muncul sekaligus

Perubahan penglihatan akibat katarak dapat berkembang secara bertahap. Beberapa tanda yang patut diperhatikan meliputi:

  • Penglihatan menjadi kabur atau berkabut.
  • Warna terlihat lebih pudar.
  • Sulit melihat pada malam hari.
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Muncul lingkaran cahaya atau halo di sekitar lampu.
  • Penglihatan ganda pada kondisi tertentu.
  • Ukuran kacamata lebih sering berubah.
  • Aktivitas seperti membaca atau berkendara menjadi semakin sulit.

Keluhan tersebut tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami katarak karena sejumlah penyakit mata lain dapat menimbulkan gejala serupa. Pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

BACA JUGA:  Rumah Diserang Rayap Tanpa Disadari? Kenali Tanda Awalnya Sebelum Kerusakan Makin Parah

Kapan operasi katarak diperlukan?

Tidak semua katarak harus langsung dioperasi ketika pertama kali ditemukan. Pada tahap awal, dokter dapat menyarankan penyesuaian pencahayaan, penggunaan kacamata dengan resep yang sesuai, atau langkah lain untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Namun, ketika katarak mulai mengganggu aktivitas seperti membaca, bekerja, berkendara, atau menonton, dokter mata dapat mempertimbangkan tindakan operasi berdasarkan kondisi mata dan kebutuhan pasien.

Secara medis, operasi merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak. Dalam prosedur tersebut, lensa mata yang sudah keruh diangkat dan digantikan dengan lensa buatan atau intraocular lens (IOL).

Informasi lebih lanjut mengenai operasi katarak dapat menjadi referensi awal sebelum seseorang berkonsultasi dan menentukan pilihan penanganan bersama dokter mata.

Bagaimana proses pemeriksaan sebelum operasi?

Sebelum menentukan tindakan, dokter mata akan melakukan pemeriksaan untuk menilai kondisi mata dan tingkat gangguan penglihatan. Pemeriksaan mata dengan pelebaran pupil merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi katarak sekaligus melihat kondisi bagian mata lainnya.

Keputusan menjalani operasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada seberapa keruh lensa terlihat. Dampak katarak terhadap aktivitas sehari-hari, kondisi kesehatan mata, serta hasil pemeriksaan dokter juga menjadi pertimbangan.

BACA JUGA:  Ilusi atau Realitas? Menelaah Validitas Past Life Regression dari Sudut Pandang Biopsikologi

Apa yang perlu diperhatikan setelah operasi?

Setelah operasi, pasien perlu mengikuti instruksi dokter mengenai perawatan mata dan jadwal pemeriksaan lanjutan. Obat tetes mata dapat diberikan untuk membantu proses pemulihan, sementara aktivitas tertentu mungkin perlu dibatasi selama masa penyembuhan.

Keluhan seperti nyeri berat yang menetap, mata sangat merah, penurunan penglihatan, atau munculnya banyak bintik dan kilatan cahaya setelah operasi perlu segera dilaporkan kepada dokter karena dapat menjadi tanda masalah yang membutuhkan penanganan.

Menjaga kesehatan mata sejak dini

Risiko katarak tidak selalu dapat dihilangkan, terutama karena faktor usia merupakan penyebab yang paling umum. Namun, menjaga kesehatan mata tetap penting.

Melindungi mata dari paparan sinar matahari berlebihan, menghindari rokok, mencegah cedera mata, serta menjaga pola hidup sehat dapat membantu mengurangi sejumlah faktor risiko yang berkaitan dengan katarak.

Pada akhirnya, penglihatan yang mulai buram sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan biasa akibat usia. Pemeriksaan mata dapat membantu mengetahui penyebabnya lebih awal dan menentukan apakah cukup dilakukan pemantauan atau sudah membutuhkan penanganan lebih lanjut.***