MASSA.ID, Banyuwangi – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Banyuwangi kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk InJourney Airports Safari Ramadan 1447 Hijriah, Senin (2/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, manajemen bandara menyalurkan 180 paket sembako dengan total nilai Rp 24.993.000 kepada kaum dhuafa dan para pejuang agama di wilayah ring satu bandara. Bantuan diserahkan langsung oleh General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, didampingi Business Support Department Head, Wiratmoko, serta perwakilan karyawan.
Bantuan menyasar guru ngaji, marbot masjid, penggali kubur, serta masyarakat kurang mampu di sekitar operasional bandara. Setiap paket sembako berisi kebutuhan pokok lengkap, antara lain beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, dan telur 1 kg.
Selain pembagian sembako, manajemen juga memberikan santunan kepada 40 anak yatim serta bantuan karpet sajadah senilai Rp 8.560.000 untuk tiga rumah ibadah, yakni Masjid Jami’ Miftahul Jannah, Musala Al-Bidayah, dan Musala Babunnajah.
GM Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Program ini tidak hanya merupakan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di wilayah ring satu,” ujar Holik.
Ia menambahkan, Safari Ramadan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan di bulan suci.
“Melalui Safari Ramadan ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan. Harapan kami, bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi warga,” tambahnya.
Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Blimbingsari ini turut dihadiri oleh Plt. Camat Rogojampi, Teddy Radiansyah. Dalam sambutannya, Teddy menyampaikan apresiasi atas kontribusi berkelanjutan pihak bandara terhadap masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberlangsungan program CSR sangat bergantung pada kelancaran operasional bandara sebagai pintu masuk utama wisatawan ke Banyuwangi.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bandara Banyuwangi. Saya titip pesan kepada warga, tolong jaga kebersihan lingkungan karena daerah kita ini lintasan orang luar kota. Mari kita berikan citra positif bagi tamu yang datang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan penerbangan dengan tidak melakukan aktivitas berisiko seperti bermain layang-layang, menerbangkan drone, menggunakan laser, hingga membakar sampah atau jerami yang asapnya dapat mengganggu jarak pandang pilot.
“Mari kita doakan agar Bandara Banyuwangi semakin ramai dan sukses. Jika bandara semakin maju, tentu kontribusi CSR kepada masyarakat akan semakin besar dan berkali lipat di masa depan,” pungkasnya.***







