MASSA.ID, Jakarta – Di tengah upaya mendorong transisi ekonomi dan pemulihan lingkungan di wilayah pascatambang, PT Hasnur Group Indonesia bersama sejumlah mitra meluncurkan proyek percontohan budidaya tanaman Pongamia di lahan pascatambang di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Program tersebut berfokus pada uji coba dan verifikasi pengembangan Pongamia sebagai bahan baku biofuel, sekaligus mengkaji pemanfaatan lahan pascatambang serta potensi pengembangan kredit karbon.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transisi energi. Pemanfaatan lahan pascatambang melalui proyek tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah ekonomi, termasuk melalui pengembangan energi terbarukan.
Kolaborasi ini melibatkan sejumlah perusahaan lintas negara, antara lain Mitsui O.S.K. Lines, Hanwa Co., Ltd., NH Foods Ltd., Four Pride Management Pte. Ltd., serta PT Karya Dumogi Rahayu (SPIL Ventures).
Selama periode 2026 hingga 2031, kegiatan mencakup budidaya Pongamia di lahan bekas tambang seluas sekitar 10 hektar, pengumpulan data pertumbuhan tanaman, serta penguatan rantai pasok sebagai bahan baku biofuel. Pelaksanaan program turut didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sejumlah universitas di Jepang.
Selain berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi di wilayah pascatambang.
Ke depan, pengembangan Pongamia diharapkan dapat memperkuat rehabilitasi lahan bekas tambang sekaligus membuka peluang pengembangan kredit karbon sebagai bagian dari kontribusi terhadap penurunan emisi.
Sebagai informasi, Pongamia atau Malapari dikenal mampu tumbuh di lahan marginal seperti lahan bekas tambang, membantu memperbaiki kualitas tanah, serta berkontribusi pada penyerapan karbon. Biji Pongamia mengandung minyak sekitar 30 hingga 45 persen yang dapat diolah menjadi biodiesel sebagai sumber energi alternatif.***




