MASSA.ID, Surabaya – Ketua DPC Badan Persaudaraan Antar Iman (BERANI) Kota Surabaya, Ghifary Rexianda Davisto, menghadiri perayaan Natal yang diselenggarakan oleh DPW BERANI Jawa Timur di GBT Ora et Labora, Selasa (20/1/2026).
Kehadirannya tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama di Kota Pahlawan. Dalam suasana yang penuh khidmat, Ghifary menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini dengan damai dan penuh suka cita.
“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, akhirnya kita semua bisa berkumpul bersama di GBT Ora et Labora. Kehadiran kita di sini adalah bukti bahwa persaudaraan itu melampaui sekat-sekat perbedaan,” ungkap Ghifary saat dikonfirmasi di sela-sela acara.
Acara yang diinisiasi oleh BERANI Jatim ini mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh penting. Ghifary menyoroti antusiasme luar biasa yang terpancar dari para pimpinan yang hadir, antara lain Pendeta Lorens Manuputty (Ketua DPP BERANI), Teddy Sugiharto (Ketua DPW BERANI Jatim), Musyafak Rouf (Ketua DPRD Jatim), hingga Cak Thoriq (Wakil DPW PKB).

Dukungan dari para tokoh ini, beserta kerja keras seluruh panitia, dinilai menjadi kunci suksesnya acara sehingga berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Meneladani Warisan Gus Dur dan Gus Muhaimin
Ghifary menyampaikan bahwa kerukunan yang tercipta saat ini tidak lepas dari warisan pemikiran para tokoh bangsa. Ia secara khusus menyoroti peran KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), dalam merawat kemajemukan di Indonesia.
“Terima kasih kepada Gus Muhaimin yang telah mewujudkan Badan Persaudaraan Antar Iman (BERANI). Ini adalah langkah nyata dalam mengimplementasikan ide brilian dari Bapak Bangsa kita, Gus Dur,” tegasnya.
Selain menghadiri seremonial, Ghifary menyempatkan diri berdialog dengan jemaat terkait pelaksanaan rangkaian Natal yang berlangsung sejak Desember lalu. Ia mengaku bersyukur karena seluruh proses ibadah berjalan aman, yang menunjukkan bahwa semangat toleransi di masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata.
“Kita harus mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan sumber kekuatan dan keindahan bangsa. Persatuan bukanlah soal keseragaman, melainkan kebersamaan di tengah perbedaan,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa menjaga nilai persatuan adalah tugas kolektif seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan terkecil hingga ke ranah kebijakan publik. Menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika adalah cara bangsa Indonesia bersyukur atas karunia keberagaman dari Tuhan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPP BERANI, DPW BERANI Jawa Timur, serta tokoh masyarakat setempat. Keberhasilan acara ini mempertegas posisi Jawa Timur sebagai wilayah yang menjunjung tinggi semangat moderasi beragama dan persaudaraan antariman.***





