Wisata  

Menyimpan Warisan Leluhur, Desa Badean Jadi Wisata Budaya yang Belum Banyak Dikenal

Batu-batu yang diduga Objek Cagar Budaya di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. (Foto: Istimewa)
Batu-batu yang diduga Objek Cagar Budaya di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. (Foto: Istimewa)

MASSA.ID, Jember – Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember menyimpan kekayaan peninggalan peradaban kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur. Berbagai benda cagar budaya yang ditemukan di desa ini diyakini merupakan warisan leluhur yang telah ada sejak berabad-abad silam.

Keberadaan benda-benda budaya tersebut dinilai penting, tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai penjaga identitas dan jati diri masyarakat setempat. Setiap artefak yang tersimpan di Desa Badean dipercaya menyimpan makna sejarah yang erat kaitannya dengan akar budaya masyarakat lokal.

Melihat besarnya potensi tersebut, para pemangku kepentingan mendorong perlunya kesadaran kolektif di tengah masyarakat untuk mengenal, memahami, dan melestarikan warisan budaya yang ada. Upaya pelestarian ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas sekaligus memperkenalkan Desa Badean sebagai pusat peradaban kuno yang patut dijaga keberlangsungannya.

BACA JUGA:  Maxim Dukung Penyelenggaraan Gusning Championship 2025 di Jember

Masyarakat Desa Badean menjadi pemeran utama dalam upaya memajukan potensi wisata budaya di kawasan lereng selatan Gunung Hyang. Sebagai pihak yang paling dekat dengan kekayaan budaya desa, keterlibatan aktif warga dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong pemulihan dan pelestarian warisan kebudayaan yang selama ini belum sepenuhnya teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik.

Panorama Desa Badean. (Foto: Istimewa)

Menyadari besarnya potensi tersebut, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) digelar sebagai langkah strategis untuk membangun pemahaman bersama di tengah masyarakat. Melalui forum ini, warga Desa Badean diajak untuk mengenali, memahami, dan menyadari bahwa berbagai objek kebudayaan yang tersimpan di lingkungan mereka memiliki nilai yang sangat berharga dan layak untuk dilestarikan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Mangadhyayaksara: Membaca Jember Lewat Jejak Aksara

Dalam forum diskusi tersebut, sejumlah strategi konkret dirumuskan bersama sebagai langkah awal pemulihan kebudayaan lokal. Strategi tersebut mencakup pendataan dan inventarisasi objek budaya yang belum teridentifikasi, penguatan peran masyarakat sebagai garda terdepan pelestarian, serta pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.

Hasil diskusi juga menegaskan bahwa kepedulian masyarakat merupakan pondasi utama yang tidak dapat digantikan oleh pihak mana pun. Tanpa keterlibatan dan rasa memiliki dari warga setempat, upaya pelestarian warisan budaya Desa Badean tidak akan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  IGMJ 2025 Sukses Digelar, Golo Mori NTT Ditetapkan sebagai Pusat Festival Jazz Internasional

Melalui FGD ini, seluruh peserta berhasil memetakan potensi objek kebudayaan Desa Badean yang dapat dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai aset wisata sejarah maupun sebagai identitas budaya yang memperkuat kebanggaan masyarakat Jember di tingkat regional dan nasional. Hasil rumusan dari diskusi ini selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pelestarian budaya yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.***