Iptek  

Pelatihan Olahan Buah Naga, Solusi Kreatif Tingkatkan Ekonomi Keluarga di Desa Kesilir

Program pengabdian di Desa Kesilir, Banyuwangi oleh Dosen Teknik Pertambangan Universitas Jember. (Foto: Istimewa)
Program pengabdian di Desa Kesilir, Banyuwangi oleh Dosen Teknik Pertambangan Universitas Jember. (Foto: Istimewa)

MASSA.ID, Banyuwangi – Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah naga. Setiap musim panen, hasilnya melimpah ruah hingga membanjiri pasar. Sayangnya, kondisi tersebut seringkali membuat harga buah naga turun drastis dan petani mengalami kerugian karena hasil panen tidak terserap maksimal.

Melihat permasalahan ini, dosen Universitas Jember (UNEJ) bersama pemerintah desa berinisiatif mengadakan pelatihan produk olahan buah naga pada Rabu (27/08), bertempat di Balai Desa Kesilir.

Pelatihan ini diikuti puluhan ibu-ibu dan perempuan Desa Kesilir. Mereka diberi keterampilan mengolah buah naga menjadi berbagai produk makanan yang lebih bernilai, di antaranya roti kukus buah naga, singkong mawar buah naga, serta mie buah naga.

BACA JUGA:  10 Life Hack Canva yang Bikin Desain Kamu Lebih Cepat, Keren, dan Anti Ribet!

Materi utama pelatihan disampaikan oleh Ibu Pinisri, yang sudah berpengalaman dalam pengembangan produk pangan lokal. Dengan sabar, ia membimbing para peserta dari tahap awal hingga produk jadi. Warna merah keunguan buah naga yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi hasil olahan, sehingga mampu menarik perhatian konsumen.

Pelatihan ini tidak hanya sekadar praktik memasak, tetapi juga memberikan wawasan tentang pentingnya inovasi pangan dalam menghadapi tantangan ekonomi keluarga. Para peserta diajak memahami bahwa olahan sederhana sekalipun bisa memiliki daya saing, asalkan dikemas dengan menarik dan dipasarkan dengan strategi yang tepat.

BACA JUGA:  FIB Unej dan SINTAS Resmikan Kerja Sama, Angkat Isu Gumuk Jember

Sekretaris Desa Kesilir, Imam, menyampaikan apresiasinya dalam sambutan pembukaan. “Semoga acara ini dapat bermanfaat dan dapat berlanjut membuat ekonomi keluarga meningkat,” ujarnya pada Rabu (27/8).

Pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan, karena peran mereka sangat penting dalam menopang perekonomian keluarga.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Desa Kesilir. Ia menilai pelatihan semacam ini adalah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan buah segar. Dengan mengolah buah naga, masyarakat bisa memperoleh nilai tambah yang lebih besar, bahkan membuka peluang usaha baru yang bisa berkembang menjadi produk unggulan desa.

BACA JUGA:  Elaborasi Strategi dan Pengembangan Karakter

Dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan para peserta, pelatihan olahan buah naga ini diharapkan menjadi titik awal bagi munculnya usaha-usaha kecil baru yang berbasis hasil pertanian lokal. Harapannya, Desa Kesilir tidak hanya dikenal sebagai sentra buah naga, tetapi juga sebagai penghasil berbagai produk olahan kreatif yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga.***