Komitmen 4 Tahun InJourney Airports: Tekan Stunting dan Tumbuhkan Harapan di Sekitar Bandara Banyuwangi

Bandara Internasional Banyuwangi gelar program CSR bertajuk InJourney Airports Peduli Stunting. (Foto: Istimewa)
Bandara Internasional Banyuwangi gelar program CSR bertajuk InJourney Airports Peduli Stunting. (Foto: Istimewa)

MASSA.ID – Penanganan masalah stunting membutuhkan gotong royong dan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak. Menyadari peran penting tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Banyuwangi kembali menyalurkan bantuan sosial nutrisi pencegahan stunting bagi masyarakat sekitar area operasional bandara, Selasa (29/9/2026).

Melalui pilar CSR InJourney Airports Peduli Stunting, bantuan senilai Rp 30 juta dalam bentuk 96 paket nutrisi disalurkan secara bertahap. Intervensi gizi ini ditujukan kepada 23 ibu hamil serta 25 balita yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan seperti susu formula, MPASI, dan telur.

Berlokasi di Puskesmas Badean dan Kantor Desa Karangbendo, kegiatan ini tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik. Lebih dari itu, hadir pendekatan holistik yang mencakup edukasi pola hidup sehat, pendampingan gizi, dan pemantauan perkembangan anak oleh tenaga medis serta kader posyandu.

BACA JUGA:  Persiapkan UMKM Lintas Destinasi Ijen Tembus Pasar Global via InJourney Creativity House 2026

General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi menegaskan bahwa kesehatan generasi penerus di sekitar wilayah bandara merupakan salah satu prioritas keberlanjutan perusahaan.

“Program InJourney Airports Peduli Stunting ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar, sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat,” tutur Holik.

BACA JUGA:  Aksi Hijau InJourney Airports di Banyuwangi: Tanam 10 Ribu Mangrove di Teluk Pang Pang dan Kaliwatu Tegaldlimo

Ia menekankan pentingnya kolaborasi bersama struktur pemerintah daerah dan tenaga kesehatan lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak nyata.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kunci penanganan stunting ada pada kolaborasi bersama jajaran desa, kecamatan, Dinas Kesehatan, hingga puskesmas. Kami bersyukur program yang sudah berjalan empat tahun ini menunjukkan hasil positif dengan menurunnya angka stunting di wilayah ring satu,” tambahnya.

BACA JUGA:  GMNI Jember Lakukan Audiensi dan Penyerahan Kajian Akademik kepada Rektorat UIN KHAS Jember

Melalui pendekatan berkelanjutan yang menyasar perubahan perilaku kesehatan keluarga dan perbaikan nutrisi, program ini disambut hangat oleh warga penerima manfaat.

Siti Nurkholisyah, warga Desa Badean yang sedang mengandung anak pertamanya, menyampaikan apresiasinya atas perhatian berkesinambungan dari pihak pengelola bandara.

“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat untuk kesehatan kehamilan saya. Terima kasih Bandara Banyuwangi, semoga makin maju dan terus membawa manfaat untuk warga sekitar,” pungkasnya.***