MASSA.ID – Perkembangan kawasan wisata Ijen sebagai destinasi mancanegara menuntut para pelaku usaha lokal untuk terus menaikkan standar produknya. Merespons tantangan tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi membuka ajang InJourney Creativity House (ICH) 2026 di ballroom Grand Harvest Resort & Villas, Banyuwangi (24/9/2026).
Sebanyak 45 pelaku UMKM sektor olahan kopi, jajanan, dan oleh-oleh khas kawasan selingkar Ijen digembleng dalam pelatihan intensif selama dua hari. Acara pembukaan ini turut disaksikan langsung oleh Plt Kepala Diskop UMP Banyuwangi Heni Sugiharti serta Kabid Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menjelaskan bahwa program TJSL ini difokuskan pada pembenahan manajemen dasar hingga visualisasi produk. Para pelaku usaha dibekali materi pembukuan keuangan serta teknik packaging modern.
“Kami ingin produk UMKM sekitar wilayah operasional bandara tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga punya daya saing tinggi saat berhadapan dengan pasar yang lebih luas,” ujar Holik.
Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Adi Nugroho, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan kunci utama agar dampak bantuan korporasi terasa berkelanjutan bagi masyarakat.

Kurasi Ketat dan Pendampingan 3 Bulan
Pentingnya penguatan kapasitas UMKM ini diakui oleh Plt Kepala Diskop UMP Banyuwangi, Heni Sugiharti. Dalam sambutannya, Heni menyoroti besarnya tekanan persaingan dari produk luar daerah.
“Serangan kekuatan UMKM di luar sana luar biasa. Kalau kita hanya berpuas diri dengan hal biasa-biasa saja, kita akan tergerus. Dari 217 UMKM di Banyuwangi, 45 peserta ini adalah hasil kurasi yang kami harapkan bisa jadi pelopor UMKM naik kelas,” papar Heni.
Heni menekankan pentingnya kesiapan UMKM lokal dalam menyambut wisatawan kawasan Ijen. Menurutnya, potensi besar pariwisata akan sia-sia jika rantai pasok oleh-oleh dan kuliner disiagakan oleh produk luar kawasan.
“Destinasinya sudah mendunia, maka UMKM penunjangnya wajib mengikuti. Jangan malu untuk bertanya dan menyerap ilmu selama pelatihan ini. Kami sangat mengapresiasi PT Angkasa Pura Indonesia dan berharap kolaborasi penopang ekonomi daerah ini terus berlanjut,” pungkasnya.
Guna memastikan hasil yang konkret, seluruh peserta ICH 2026 akan menjalani masa pendampingan usaha selama tiga bulan penuh pascalokakarya.***







