MASSA.ID, Banyuwangi – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi resmi membuka program pelatihan InJourney Hospitality House (IHH) 2026.
Langkah ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan InJourney Group dalam mendukung pemerintah daerah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Acara pembukaan program strategis ini dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, General Service & CSR Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Deputy Human Capital Solutions & Business Support Regional II, serta Kepala Desa Kemiren dan Kepala Desa Tamansari.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari komitmen korporasi untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata daerah.

“Kami meyakini bahwa kemajuan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan budaya, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, keramahan, serta kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi setiap wisatawan,” ujar Holik saat memberikan sambutan, Kamis (15/7/2026).
Pada tahun 2026 ini, IHH mengusung tema besar “Menghadirkan Keramahtamahan Khas Indonesia untuk Dunia”. Pelatihan intensif yang berlangsung selama tiga hari (15-17 Juli 2026) ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari basis komunitas pelaku wisata di Desa Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Desa Tamansari, Kecamatan Licin.
“Melalui pelatihan yang diselenggarakan di Desa Adat Osing Kemiren dan Desa Tamansari, kami berharap seluruh peserta dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi hospitality, serta menjadi agen perubahan yang mampu mengangkat potensi lokal dan memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang berkelas, berbudaya, dan berdaya saing,” terangnya lebih lanjut.
Sinergi korporasi dan daerah ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kabid Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofiq, menyampaikan terima kasih atas inisiatif InJourney Group yang melibatkan langsung masyarakat lokal.
“Melalui pelatihan ini, peserta akan mendapatkan ilmu tentang kepariwisataan, memberikan layanan yang terbaik, dan sebagainya. Itu yang nantinya akan menjadi bekal untuk diterapkan kedepannya guna meningkatkan kesan positif bagi wisatawan. Karena itulah saya terima kasih atas terselenggaranya kegiatan semacam ini,” kata Rofiq.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan Desa Kemiren dan Desa Tamansari sangat tepat, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan benteng tradisi Suku Osing yang masih terjaga keasliannya dan menjadi motor penggerak pariwisata berbasis masyarakat.
“Makanya sangat tepat sekali ketika pihak Bandara menyelenggarakan pelatihan ini dengan menyasar masyarakat yang terlibat di sektor pariwisata,” tutupnya.***







