Iptek  

Ingin Lanjut S2 ke Luar Negeri? Atur Cash Flow dengan Strategi Ini!

Tips lanjut S2 di luar negeri. (Foto: Unsplash)
Tips lanjut S2 di luar negeri. (Foto: Unsplash)

MASSA.ID – Banyak orang bermimpi untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Kalau kamu salah satunya, maka wujudkanlah bersama pinjaman tanpa agunan demi masa depan yang cemerlang.

Jangan lupa untuk mengatur cash flow-mu agar tidak sampai kekurangan biaya, baik saat akan berangkat maupun selama di sana. Penasaran dengan caranya? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya, ‘yuk!

Strategi Atur Cash Flow S2 di Luar Negeri bersama Pinjaman Tanpa Agunan

Ada banyak keunggulan yang bisa didapatkan dengan berkuliah di luar negeri, mulai dari merasakan sistem pendidikan unggulan hingga kesempatan untuk mengembangkan karier di tingkat global. Itulah mengapa banyak orang ingin melakukannya.

Nah kalau kamu mempunyai mimpi yang sama, jangan lupa untuk atur cash flow dengan bijak. Caranya cukup mudah ‘kok, yaitu dengan mengikuti strategi berikut:

1. Memastikan Total Biaya Kuliah

    Hal pertama yang perlu kamu pastikan adalah total biaya kuliah. Biaya ini meliputi uang untuk membayar kuliah itu sendiri, akomodasi, hingga dana lain yang mungkin muncul, termasuk iuran kemahasiswaan dan asuransi wajib universitas.

    Lalu, buatlah perkiraan dengan menyesuaikan faktor-faktor keuangan, yakni inflasi dan kurs. Seluruh biaya tersebut bisa jadi naik 3 hingga 5 persen setiap tahunnya karena inflasi. Kurs pun bisa naik atau turun, tergantung dari kondisi ekonomi.

    Setelah itu, cobalah untuk mengecek skema pembayaran. Terkadang, pihak universitas atau landlord menyediakan cicilan atau diskon kalau membayar penuh di muka. Nah, kamu bisa memilih atau memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan.

    BACA JUGA:  10 Life Hack Canva yang Bikin Desain Kamu Lebih Cepat, Keren, dan Anti Ribet!

    2. Memastikan Total Biaya Keberangkatan

    Selain kuliah, kamu juga perlu memastikan total biaya keberangkatan. Hal tersebut dimulai dari uang untuk les dan tes bahasa Inggris atau setempat jika diperlukan, pendaftaran kampus, hingga visa pelajar.

    Aspek yang tak kalah penting adalah biaya untuk membeli barang selama berada di sana. Kalau kamu ingin melanjutkan kuliah di negara empat musim, tentu kamu perlu mempunyai sejumlah pakaian yang cocok untuk menghadapinya.

    Terakhir, pastikan biaya tiket pesawat untuk menuju ke sana. Pemilihan tanggal dan waktu pemesanan tiket cukup krusial untuk hal ini. Pastikan juga berapa banyak barang yang akan kamu bawa, ‘ya! Hal ini bisa mempengaruhi biaya bagasi pesawat.

    3. Struktur Pembiayaan

    Ada sejumlah struktur pembiayaan yang sering dipilih oleh mahasiswa. Kalau kamu mendapatkan beasiswa, pastikan apa saja yang sudah di-cover olehnya. Terkadang, ada beasiswa partially funded yang hanya meng-cover hal-hal tertentu saja.

    Kalau kamu masih membutuhkan dana atau tidak menggunakan beasiswa sama sekali, cobalah untuk memanfaatkan tabunganmu selama ini. Hitung baik-baik agar semua kebutuhanmu tercukupi, ‘ya!

    Selain tabungan, kamu juga bisa memanfaatkan pinjaman tanpa agunan untuk mendukung mimpimu. Dengan pinjaman tersebut, kamu tidak perlu mencari aset sebagai jaminan sehingga masa studi pun bisa dijalani dengan lebih tenang.

    BACA JUGA:  Cara Menggunakan Sendok dengan Elegan Layaknya Bangsawan di Meja Makan

    4. Manajemen Selama Studi

    Selama studi, kamu perlu membuat anggaran dengan baik agar dana tidak habis begitu saja untuk hal-hal yang kurang penting. Contohnya, cobalah untuk mengalokasikan anggaran dengan metode 40/30/20/10.

    Dengan metode tersebut, kamu akan mengalokasikan 40% anggaran untuk kebutuhan pokok. Lalu, 30% untuk gaya hidup, 20% untuk tabungan, dan 10% untuk keperluan lainnya. Persentase ini tentu dapat diubah sesuai dengan kondisimu.

    Kamu juga bisa memanfaatkan diskon mahasiswa untuk kebutuhan tertentu. Lumayan ‘kan? Nanti sisa uangnya bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Selain itu, pertimbangkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan kalau punya cukup waktu.

    Strategi atur cash flow S2 di luar negeri. (Foto: Unsplash)

    5. Manajemen Setelah Lulus

    Jangan lupa untuk menyisihkan sejumlah dana selama bulan-bulan terakhir setelah lulus. Dana tersebut dapat digunakan untuk persiapan pulang ke Indonesia, mulai dari membeli tiket maupun kebutuhan lainnya.

    Uang ini juga bisa digunakan untuk pengembangan kariermu. Misalnya dengan mengikuti sertifikasi. Jadi, keahlianmu akan semakin meningkat dan dapat dipertanggungjawabkan melalui bukti resmi berupa sertifikat.

    Setelah semuanya sudah terpenuhi, evaluasi seluruh sisa tabunganmu. Kalau kamu ingin membawanya pulang, konversikan lagi ke rupiah dengan memperhatikan pergerakan nilai tukar.

    6. Optimasi Mata Uang

    Optimasi mata uang adalah strategi krusial untuk mengatur cash flow. Caranya dengan memperhatikan pergerakan kurs. Hindari untuk menukar uang dalam jumlah besar sebisa mungkin saat nilai tukar tersebut sedang tinggi, ‘ya!

    BACA JUGA:  Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Lewat Aplikasi SIGNAL, Lengkap dari Registrasi hingga Unduh E-STNK

    Selain itu, kamu bisa memanfaatkan rekening multivaluta. Rekening ini memungkinkanmu untuk menyimpan saldo dengan mata uang negara yang dipilih tanpa terkena biaya konversi saat menggunakannya.

    7. Antisipasi Risiko

    Banyak hal bisa terjadi selama kamu menjalani studi. Maka dari itu, kamu perlu mengantisipasinya dengan meluangkan dana darurat yang diambil dari alokasi dana atau hasil dari pinjaman tanpa agunan.

    Supaya semakin maksimal, pastikan kamu mempunyai satu kartu kredit atau akun bank digital internasional. Hal tersebut akan memudahkanmu saat membutuhkan uang cepat di keadaan darurat, ‘lho!

    Siap untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Berbagai strategi di atas bisa diterapkan mulai sekarang kalau kamu berencana untuk kuliah di luar negeri segera. Dengan demikian, peluang cash flow-mu terjaga hingga kembali ke Indonesia akan semakin besar.

    Tidak perlu merasa sendiri dalam mewujudkan mimpimu karena ada DBS KTA yang akan mendukungmu! Dengan DBS KTA, kamu bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp300 juta untuk dicicil sampai 36 bulan. Bunganya pun flat, yaitu mulai 0,88% saja.

    Dengan DBS KTA, kamu bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan dengan cepat dan praktis melalui aplikasi saja, ‘lho! Menariknya, kamu juga berkesempatan untuk mendapatkan e-Voucher 1 juta dengan daftar melalui pengisian formulir. Pastikan kamu mengecek kriterianya melalui laman DBS KTA, ya!***