MASSA.ID – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial lingkungan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Sehat Bersama InJourney Airports”, manajemen bandara menggelar khitan massal gratis bagi 35 anak yatim dan kurang mampu dari kawasan penyangga bandara, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang berpusat di area bandara ini menyasar anak-anak dari beberapa desa di Kecamatan Rogojampi dan Blimbingsari. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang berdampingan langsung dengan operasional penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, M. Holik Muardi, menegaskan bahwa program berkelanjutan ini merupakan agenda rutin yang ke depan kuotanya diupayakan terus meningkat.
“Program khitan massal ini rutin kami laksanakan. Kedepan kami berharap kuotanya bisa ditambah sehingga semakin banyak anak yang bisa merasakan manfaatnya. Selain dikhitan, mereka juga mendapatkan uang saku dan perlengkapan sekolah sebagai bentuk dukungan kami terhadap pendidikan di Banyuwangi,” jelas Holik.

Dalam eksekusinya, Bandara Banyuwangi membangun kolaborasi sektoral dengan menggandeng puluhan tenaga medis dari RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi. Metode khitan konvensional dipilih karena dinilai memiliki efektivitas tinggi dan prosedur monitoring yang jelas.
Perwakilan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Gita Putri Santoso, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif korporasi ini. Menurutnya, kehadiran Bandara Banyuwangi tidak hanya berdampak pada konektivitas ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan dasar masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi positif dari Bandara Banyuwangi terhadap masyarakat, khususnya warga sekitar. Kegiatan ini membuktikan bahwa kehadiran objek vital nasional mampu membawa dampak langsung bagi kesejahteraan warga,” ungkap dr. Gita.
dr. Gita menjamin mutu pelayanan yang diberikan tim medis di lapangan dijalankan secara profesional hingga masa pemulihan pasien selesai.
“Layanan khitan metode konvensional ini sudah sesuai SOP dan meliputi layanan kontrol untuk pasien hingga hari ke-3 untuk pemeriksaan pasca khitan di rumah sakit,” tegasnya.
Momentum berkumpulnya warga ini juga dimanfaatkan secara strategis oleh manajemen bandara untuk melakukan edukasi terkait pentingnya menjaga Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Holik mengingatkan bahwa keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola udara dan masyarakat darat.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak bermain layang-layang di sekitar bandara, tidak menyalakan laser ke arah pesawat, serta tidak melakukan pembakaran yang menghasilkan asap. Karena aktivitas tersebut dapat mengganggu bahkan membahayakan keselamatan penerbangan,” pungkas Holik.***




