MGMP Sejarah Banyuwangi dan UNIBA Perkuat Literasi Sejarah Lokal

Sesi pemberian cinderamata. (Foto: Istimewa)
Sesi pemberian cinderamata. (Foto: Istimewa)

MASSA.ID — Upaya memperkuat literasi sejarah lokal dan pelestarian cagar budaya di Banyuwangi mendapat perhatian melalui kegiatan akademik yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Kabupaten Banyuwangi bersama Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA), Kamis (15/10/2026).

Kegiatan bertema Berbagi Ilmu dalam Peningkatan Literasi Sejarah Lokal dan Karya Tulis Ilmiah tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi kalangan pendidik dan akademisi sejarah, sekaligus mendorong penguatan penelitian sejarah lokal di Banyuwangi.

Acara berlangsung di Universitas PGRI Banyuwangi dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta doa bersama. Selanjutnya, kegiatan dibuka melalui sambutan Ketua MGMP Sejarah SMA Kabupaten Banyuwangi, Nur Ahmadi, S.Pd., M.M., dan Dekan FKIP UNIBA, Harjianto, M.Pd.

BACA JUGA:  Dompet Dhuafa Bersama Pemerintah Pulihkan Polindes Guna Tunjang Kesehatan Penyintas Banjir

Rangkaian acara juga ditandai dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kerja sama antara MGMP Sejarah SMA Banyuwangi dan Universitas PGRI Banyuwangi.

Antusiasme peserta kegiatan dalam menyimak paparan materi. (Foto: Istimewa)

Materi pertama disampaikan M. Said Al-Farisi, M.Pd dengan tema “Konsep Sejarah Lokal”. Pembahasan ini berfokus pada pentingnya memahami sejarah lokal sebagai bagian dari khazanah sejarah nasional.

“Sejarah lokal memiliki peran dalam merekam berbagai peristiwa, perkembangan masyarakat, serta nilai-nilai budaya yang tumbuh di suatu wilayah. Melalui pemahaman yang lebih kuat terhadap sejarah daerah, pendidik dan akademisi diharapkan dapat membantu memperkaya perspektif sejarah Indonesia,” kata Said Al-Farisi.

Melalui pembahasan konsep tersebut, peserta diajak memperdalam pemahaman tentang sejarah lokal sebagai bidang kajian yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran maupun penelitian.

BACA JUGA:  Aksi Hijau InJourney Airports di Banyuwangi: Tanam 10 Ribu Mangrove di Teluk Pang Pang dan Kaliwatu Tegaldlimo

Materi kedua disampaikan Dr. Agus Mursidi, M.Pd., yang mengangkat tema “Urgensi Sejarah Lokal”. Pembahasan ini menekankan pentingnya kesadaran kalangan akademisi sejarah di Banyuwangi untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya.

Sesi foto bersama MGMP Sejarah SMA Kabupaten Banyuwangi dan UNIBA. (Foto: Istimewa)

“Pelestarian cagar budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga membutuhkan pemahaman sejarah yang memadai agar nilai dan konteksnya dapat terus dipelajari oleh generasi berikutnya,” jelas Agus Mursidi.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Mursidi juga menegaskan kesiapan UNIBA untuk memfasilitasi kegiatan akademik bersama MGMP Sejarah Banyuwangi, khususnya dalam proses penelitian sejarah lokal.

Dukungan tersebut disambut baik oleh seluruh anggota MGMP Sejarah Banyuwangi. Nur Ahmadi, S.Pd., M.M menyebut, bahwa kesempatan ini membuka peluang bagi para guru dan akademisi untuk mengembangkan kajian sejarah daerah melalui kegiatan penelitian yang lebih terarah. 

BACA JUGA:  Ratusan Pelajar SMA Kunjungi Tempat Bersejarah Melalui Kegiatan Traveling Vintage Kabupaten Nganjuk 2025

Pihaknya berharap, nantinya hasil penelitian dapat memperkaya sumber pengetahuan sejarah lokal sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya Banyuwangi. Di sisi lain, kepedulian terhadap cagar budaya dapat terus ditumbuhkan melalui pemahaman sejarah yang lebih mendalam dan berbasis penelitian.

“Pertemuan MGMP Sejarah SMA Kabupaten Banyuwangi dan UNIBA menjadi wadah untuk mempertemukan pengalaman pendidik dengan dukungan akademik dari perguruan tinggi. Kolaborasi ini menempatkan literasi sejarah lokal, pengembangan karya tulis ilmiah, dan penelitian sejarah daerah sebagai bagian penting dalam penguatan pembelajaran sejarah,” ucap Ahmadi.***

Penulis: Yudha Marhaendra